Bentuk Pemilih Cerdas, Bawaslu Kabupaten Sanggau Gelar Ngijong Sekolah di SMAN 3 Sanggau
|
Sanggau, 31 Juli 2026 – Bawaslu Kabupaten Sanggau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendidikan demokrasi dengan menyelenggarakan kegiatan Ngijong Sekolah di SMA Negeri 3 Sanggau, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, pengawasan partisipatif, serta meningkatkan kesadaran pelajar sebagai pemilih pemula.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Sanggau, Saparudin, S.H., bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sanggau, Jokomulyo Hari Setiawan, S.H. Kehadiran Bawaslu disambut hangat oleh jajaran guru dan para siswa SMA Negeri 3 Sanggau yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Kepala SMA Negeri 3 Sanggau, Wilda Ernita, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Ngijong Sekolah. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik, khususnya dalam memahami pentingnya demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
"Kami menyambut baik kegiatan Ngijong Sekolah yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Sanggau. Edukasi seperti ini sangat penting bagi para siswa sebagai calon pemilih agar memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi, mampu berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, serta memiliki kepedulian untuk ikut mengawal proses demokrasi yang jujur dan berintegritas," ujar Wilda Ernita.
Dalam kesempatan tersebut, Saparudin, S.H. menyampaikan materi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dan peran strategis pemilih pemula dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Ia menjelaskan bahwa meskipun saat ini tidak berada pada tahapan pemilu, pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya pelajar, tetap menjadi bagian penting dari tugas Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.
Saparudin mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta berani menolak praktik-praktik yang dapat merusak integritas pemilu, seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan bentuk pelanggaran lainnya.
"Pelajar merupakan calon pemilih yang akan menentukan arah demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, sejak dini harus dibangun kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda," tegas Saparudin.
Sementara itu, Jokomulyo Hari Setiawan, S.H., menambahkan bahwa melalui program Ngijong Sekolah, Bawaslu Kabupaten Sanggau berharap dapat membangun budaya pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan. Dengan semakin banyaknya pelajar yang memahami nilai-nilai demokrasi, diharapkan lahir generasi muda yang aktif berpartisipasi dalam mengawal pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang demokratis.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab antara narasumber dan para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan mengenai tugas dan kewenangan Bawaslu, mekanisme pengawasan pemilu, serta tantangan demokrasi di era digital.
Melalui kegiatan Ngijong Sekolah ini, Bawaslu Kabupaten Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pendidikan demokrasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu dan penguatan pengawasan partisipatif demi mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas.
Penulis: Herry
Editor : Saparudin