Menanam Demokrasi Sejak Dini: Ketua Bawaslu Sanggau Ngijong ke SMAN 1 Sanggau
|
Pagi Senin itu, halaman SMA Negeri 1 Sanggau tampak berbeda. Di tengah barisan rapi siswa berseragam putih abu-abu, berdiri seorang pembina upacara yang membawa pesan tak biasa—bukan sekadar tentang disiplin sekolah, melainkan tentang demokrasi dan masa depan pilihan politik generasi muda.
Ia adalah Septiana Ika Kristia, S.Sos, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sanggau. Senin, 2 Februari 2026, Septiana hadir sebagai pembina upacara dalam rangka program Bawaslu Sanggau Ngijong Sekolah, sebuah upaya mendekatkan pendidikan politik kepada para pemilih pemula.
Bagi sebagian siswa, pemilu mungkin masih terdengar jauh. Namun di hadapan ratusan pasang mata yang kelak akan menentukan arah bangsa, Septiana menegaskan bahwa demokrasi justru dimulai dari ruang-ruang sekolah seperti ini.
Dalam amanatnya, ia berbicara dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna. Demokrasi, menurutnya, bukan hanya soal mencoblos di bilik suara, tetapi tentang sikap jujur, berani, dan bertanggung jawab dalam menyikapi setiap informasi dan pilihan politik.
“Pemilih pemula memiliki peran yang sangat strategis. Kalian bukan hanya pengguna hak pilih, tetapi penjaga kualitas demokrasi. Mulailah dengan bersikap kritis, menolak politik uang, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” tutur Septiana Ika Kristia, S.Sos, di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan bahwa melalui program Ngijong Sekolah, Bawaslu ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda. Bukan untuk mengarahkan pilihan politik, melainkan membekali pelajar dengan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan etika dalam berdemokrasi.
“Kami ingin adik-adik tumbuh menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas. Pendidikan politik sejak dini adalah investasi penting bagi masa depan demokrasi Indonesia,” tambahnya.
Upacara pagi itu berlangsung khidmat. Namun lebih dari sekadar seremoni, kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah menjadi ruang dialog awal antara penyelenggara pemilu dan calon pemilih masa depan.
Kepala SMA Negeri 1 Sanggau, Lasino, S.Pd., M.H, menilai kegiatan tersebut sebagai momen penting dalam proses pendidikan karakter siswa. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga warga negara yang sadar akan peran dan tanggung jawabnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bawaslu Sanggau di sekolah kami. Edukasi politik seperti ini sangat relevan bagi siswa, terutama yang akan menjadi pemilih pemula. Ini menjadi bekal penting agar mereka tidak apatis dan mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab,” ujar Lasino, S.Pd., M.H.
Ia menambahkan bahwa pendidikan politik sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kewarganegaraan yang terus ditanamkan di SMAN 1 Sanggau. Sinergi antara sekolah dan lembaga kepemiluan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.
Program Bawaslu Sanggau Ngijong Sekolah sendiri dirancang sebagai pendekatan edukatif yang berkelanjutan. Dengan mendatangi sekolah-sekolah, Bawaslu berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga negara, termasuk pelajar.
Di akhir kegiatan, para siswa kembali ke kelas masing-masing. Namun pesan pagi itu tetap tinggal—bahwa suatu hari nanti, di balik surat suara yang mereka coblos, ada tanggung jawab besar untuk menjaga demokrasi tetap jujur dan bermartabat.
Dari halaman sekolah itulah, benih-benih demokrasi mulai ditanam.
Penulis: Herry